Yumomi, Tradisi Mendinginkan Air Panas Di Kusatsu Onsen

Yumomi, Tradisi Mendinginkan Air Panas Di Kusatsu Onsen

KUSATSU, KOMPAS.com – Lokasi Kusatsu Onsen di Prefektur Gunma, Jepang, berada di kaki Gunung Shirane pada ketinggian 1.200 meter di atas permukaan laut (mdpl).

Menjelang musim dingin seperti bulan November-Februari, Kusatsu Onsen sangat ramai dikunjungi wisatawan karena sangat cocok udara dingin seperti ini bagi berendam di air panas. Wow… nikmatnya.

Ini yg membedakan Kusatsu Onsen dengan onsen lainnya di Jepang. Di sini air panas yg keluar dari sumber air panasnya segera menyembur sebanyak 32.300 liter per menit.

(BACA: Kusatsu Onsen, Permandian Air Panas Terkenal di Jepang)

Seorang dokter yang berasal Jerman Erwin von Baelz yg pernah diundang ke Jepang tahun 1876 merekomendasikan Kusatsu sebagai air terapi kesehatan.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Tradisi Yumomi yg dibawakan oleh kaum perempuan di Kusatsu Onsen, Prefektur Gunma, Jepang, Kamis (1/12/2016), buat mendinginkan air panas dengan memakai kayu yg dibolak-balik dalam kolam sambil bernyanyi.

Tak heran seandainya wisatawan menyukai berendam di Kusatsu karena dipercaya menyembuhkan berbagai penyakit.

Mendekati Kota Kusatsu, bau belerang begitu menyengat. Di tengah-tengah kota ini terdapat “Yubatake” yg dikenal sebagai kolam air panas yg menjadi simbol Kusatsu Onsen. Yubatake ini bisa menampung 4.000 liter air panas.

Air panas tersebut mengalir ke Yubatake melalui saluran air yg terbuat dari kayu dan bermuara di kolam penampungan.

Air panas ini dialirkan ke hotel-hotel, restoran atau resor di Kusatsu yg menyediakan kolam-kolam air panas tersendiri bagi para tamunya.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Tradisi Yumomi yg dibawakan oleh kaum perempuan di Kusatsu Onsen, Prefektur Gunma, Jepang, Kamis (1/12/2016), buat mendinginkan air panas dengan memakai kayu yg dibolak-balik dalam kolam sambil bernyanyi.

Menjelang malam, saatnya jalan-jalan berkeliling Yubatake yg berjejer toko-toko suvenir dan restoran.

Mumpung Anda berada di Kusatsu Onsen, luangkanlah waktu bagi menyaksikan pertunjukan “Yumomi” yg lokasinya tidak jauh dari Yubatake.

Kamis (1/12/2016), KompasTravel bersama empat travel agent: Dwidaya Tour, Panorama Tour, Golden Rama Tour, dan SMI Indonesia yg diundang Tokyo Rail Days buat memperkenalkan paket wisata ‘Kanto Buffet’ berkesempatan menyaksikan Yumomi.

Yumomi adalah sebuah tradisi yg dikerjakan kaum perempuan di Jepang bagi mendinginkan air panas yg suhunya dapat mencapai 51 hingga 95 derajat Celcius itu.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Tradisi Yumomi yg dibawakan oleh kaum perempuan di Kusatsu Onsen, Prefektur Gunma, Jepang, Kamis (1/12/2016), bagi mendinginkan air panas dengan memakai kayu yg dibolak-balik dalam kolam sambil bernyanyi.

Sebelum dipakai bagi berendam, tentu tidak mungkin berendam di air panas dengan suhu sepanas itu. Kehangatan air sangat dijaga.

Dalam sebuah ruangan, wisatawan mulai berkeliling sebuah kolam, di mana di sisi kanan dan kiri terdapat masing-masing 5 papan yg digunakan buat mendinginkan air panas ini.

Seorang pemimpin mulai memberi aba-aba buat memulai membolak-balik papan sambil bernyanyi. Tradisi ini dipercaya dapat mengurangi panas air sehingga layak dipakai buat berendam.

Berikutnya, ini yg ditunggu-tunggu, wisatawan mulai diajak bergabung ke pinggir kolam, memegang papan dan akan membolak-balik papan sambil bernyanyi.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Tradisi Yumomi yg dibawakan oleh kaum perempuan di Kusatsu Onsen, Prefektur Gunma, Jepang, Kamis (1/12/2016), buat mendinginkan air panas dengan memakai kayu yg dibolak-balik dalam kolam sambil bernyanyi. Wisatawan pun diajak turut berpartisipasi dalam tradisi ini.

Tipsnya, cepatlah bergerak ke pinggir kolam karena penonton atau wisatawan yang lain mulai berebut buat merasakan Yumomi ini, apalagi tempatnya sangat terbatas.

Pertunjukan Yumomi berlangsung selama 30 menit. Itulah cara Kusatsu Onsen mengajak wisatawan mengenal lebih dekat tradisi mereka. Sementara di luar ruangan, suhu udara akan menurun ke angka 4 derajat celcius. Uuuhh…, dinginnya.

 

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *