Yuk, Intip Kalender Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2017

Yuk, Intip Kalender Pariwisata Kota Denpasar Tahun 2017

JAKARTA, KOMPAS.com – Berencana liburan ke Bali tahun depan? Kota Denpasar dapat menjadi pilihan destinasi wisata.

Sejumlah acara seperti peringatan hari suci keagamaan, atraksi wisata, rangkaian Hari Ulang Tahun Kota Denpasar, festival budaya hingga perayaan pergantian tahun sudah disiapkan bagi wisatawan. Berikut daftar acara di Kota Denpasar tahun 2017 seperti dihimpun KompasTravel dari akun Facebook Kementerian Pariwisata.

Januari

Purnama atau bulan penuh di Bali bermakna sebagai hari baik atau hari suci. Masyarakat Hindu Bali banyak melakukan kegiatan spiritual pada hari purnama.

Pura Jagatnatha adalah salah sesuatu pura yg ramai dikunjungi umat bagi bersembahyang di hari purnama pada 12 Januari. Acara yang lain di bulan Januari merupakan Kanjeng Keliwon, di mana warga Bali mulai menghaturkan sesajen pada 15 Januari. Ada pula Hari Saraswati pada 21 Januari yg diadakan bagi memuja Dewi Saraswati sebagai dewi ilmu pengetahuan dan seni.

Februari

Wisatawan dapat melihat acara Tumpek Landep pada 4 Februari. Tumpek Landep yaitu hari raya pemujaan kepada Sang Hyang Siwa Pasupati sebagai dewanya Taksu.

Pada bulan ini juga diselenggarakan Grand Final Duta Pariwisata Kota Denpasar buat mencari grand finalis duta wisata, serta Hari Ulang Tahun Kota Denpasar yg ke-229 pada 27 Februari.

ARSIP KOMPAS TV Ogoh-ogoh ukuran besar berbentuk Buta Kala digotong oleh sejumlah pemuda ketika parade Ogoh-ogoh berlangsung di Sanur, Bali, Selasa (8/3/2016).

Maret

Sehari sebelum Hari Raya Nyepi, diselenggarakan pengerupukan merupakan upacara buat mengusir Buta Kala. Akan ada pawai ogoh-ogoh sebagai representasi Buta Kala yg diarak keliling lingkungan dan kemudian dibakar.

Pada ketika Nyepi yg jatuh pada 28 Maret, umat Hindu di Bali mulai melaksanakan empat pantangan merupakan tak menghidupkan cahaya, tak boleh bekerja, tak ada bepergian dan tak ada hiburan.

Sehari setelah Nyepi, ada upacara omed-omedan mulai dikerjakan oleh pemuda-pemudi Banjar Kaja, Sesetan, Denpasar.

April

Wisatawan mampu merasakan suasana Hari Raya Galungan di Kota Denpasar. Hari Raya Galungan jatuh pada 5 April, sebagai peringatan atas terciptanya alam semesta dan kemenangan Dharma melawan Adharma.

Pada 15 April giliran Hari Raya Kuningan yg dirayakan. Saat itu umat Hindu mulai melakukan sembahyang ke pura atau mejaran.

ARSIP BIRO HUKUM DAN KOMUNIKASI PUBLIK KEMENPAR Pesta Kesenian Bali (PKB) ke-38 dibuka Presiden Joko Widodo di Depan Monumen Bajra Sandhi, Denpasar, Bali, Sabtu (11/6/2016). PKB berlangsung 11 Juni sampai 9 Juli 2016 di Taman Budaya, Art Center.

Mei

Pada bulan Mei, ada tradisi Tumpek Krulut yang merupakan tradisi buat melakukan pemujaan terhadap Sang Hyang Widi di dalam manifestasinya sebagai “Ciwa Nataraja” dewa kesenian. Acara Tumpek Krulut ini mulai digelar pada 20 Mei.

Juni

Tanggal 24 Juni menjadi hari yg istimewa di Denpasar. Hal itu karena diselenggarakannya Tumpek Kandang, merupakan hari istimewa bagi hewan ternak dan hewan peliharaan.

Wisatawan juga dapat menikmati acara Pesta Kesenian Bali. Festival mulai diramaikan oleh seniman-seniman lokal.

Juli

Pada bulan Juli, wisatawan mampu menyaksikan acara Tumpek Wayang yg diadakan pada 29 Juli. Tumpek Wayang adalah pemujaan kehadapan Dewa Siwa sebagai Dewa Taksu, terutama buat wayang kulit.

Selain itu, bulan Juli juga yaitu perayaan untuk Bali Maha Lango atau acara apresiasi kesenian Bali, dan Rare Bali Festival yg ditujukan buat memperingati Hari Anak Nasional.

KOMPAS.com/SRI LESTARI Monumen Bajra Sandhi atau Monumen Perjuangan Rakyat Bali di Lapangan Puputan Renon, Denpasar, Bali.

Agustus

Bulan Agustus, wisatawan mampu melihat perayaan Hari Saraswati pada tanggal 19 Agustus. Sehari setelah perayaan Hari Saraswati, ada perayaan Banyu Pinaruh yg disambut dengan kegiatan penyucian diri.

Umat Hindu mulai menyucikan diri dengan cara mandi di tempat-tempat sumber mata air seperti pantai, danau dan sungai.

September

Buda Wage Ukir berlangsung pada 6 September sebagai persembahan terjadap Sang Hyang Sri Nini, pada tempat penyimpanan harta benda. Hari ini dipercaya tak baik buat membayar satu atau melakukan transaksi jual beli.

Oktober

Bulan Oktober, wisatawan dapat melihat perayaan Hari Tumpek Uduh jatuh pada 7 Oktober. Hari ini yaitu pemujaan terhadap Sang Hyang Sangkara sebagai manifestasi Sang Hyang Widi Wasa dalam menciptakan kesuburan pada tumbuh-tumbuhan sehingga mampu memberikan hasil kepada manusia.

Pada 17 Oktober, diselenggarakan Anggar Kasih Julungwangi merupakan tradisi membersihkan Parhyangan buat menyambut Hari Raya Galungan.

KOMPAS/COKORDA YUDISTIRA Umat Hindu di Kota Denpasar, Bali, mengambil tirta (air suci) setelah bersembahyang di Pura Agung Jagatnatha, Denpasar, Rabu (29/8/2012). Hari Raya Galungan, yg dimaknai sebagai peringatan kemenangan Dharma (kebaikan) atas Adharma (kejahatan), dirayakan umat Hindu setiap Rabu Kliwon Dunggulan. Selain di pura besar, persembahyangan juga dikerjakan di merajan, atau pura keluarga.

November

Pada 1 November, dirayakan Hari Raya Galungan sebagai hari yg diyakini terciptanya alam semesta dan kemenangan Dharma melawan Adharma.

Sehari setelahnya, umat Hindu di Bali mulai melakukan sembahyang di masing-masing merajan dan mengunjungi kerabat bagi bersilaturahmi mempererat hubungan.

Desember

Pada bulan Desember mulai banyak diselenggarakan upacara tradisional seperti Buda Keliwon Pegatuakan pada 6 Desember, Tumpek Krulut pada 16 Desember, Tilem pada 18 Desember, serta Denpasar Festival yg yaitu agenda terbesar di kota ini. 

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *