Wisatawan Nusantara Didominasi Tipe “Planned Tourist”, Apa Itu?

Wisatawan Nusantara Didominasi Tipe “Planned Tourist”, Apa Itu?

JAKARTA, KOMPAS.com – Wisatawan nusantara (wisnus) didominasi tipe planned tourist. Tipe planned tourist berlibur di suatu daerah tujuan wisata karena adanya event atau festival yg diselenggarakan.

Hal itu disampaikan oleh Deputi Bidang Pengembangan Pemasaran Pariwisata Nusantara Kementerian Pariwisata Esthy Reko Astuty seusai Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata di Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (21/12/2016).

“Jadi wisnus itu ada tipenya (domestic) explorer, ada planned tourist, dan ada yg solo explorer. Yang tertinggi itu planned tourist,” kata Esthy kepada KompasTravel.

(Baca juga: Jawa Barat, Destinasi Wisata yg Paling Banyak Dikunjungi Wisnus)

Menurutnya, turis dengan tipe ini biasanya mengeksplorasi destinasi wisata setelah menikmati acara atau festival di suatu daerah. Esthy menambahkan tipe planned tourist termasuk dalam wisatawan minat khusus.

Laporan Analisis Mark Plus Inc. 2016 tentang Segmentasi Wisatawan Nusantara menyebutkan persentase tipe planned tourist berjumlah 39 persen. Sementara buat domestic explorer berjumlah 33 persen dan solo explorer berjumlah 28 persen.

Lebih jauh, tipe planned tourist didefinisikan sebagai wisatawan yg membeli paket wisata dari travel agent, suka berbelanja saat berada di lokasi wisata, dan tertarik mengunjungi hutan-hutan wisata.

(Baca juga: Kunjungan Taman Rekreasi Indonesia Masih Didominasi Wisnus)

Jumlah proyeksi pergerakan wisnus dari bulan Januari-November 2016 sebanyak 288.176.646 kunjungan. Data tersebut berasal dari dashboard data wisnus di Gedung Sapta Pesona, kantor Kementerian Pariwisata. Papan dashboard ini yaitu salah sesuatu layanan keterangan pasar wisnus Kementerian Pariwisata kepada masyarakat umum.

Persebaran pergerakan wisnus tercatat di tujuh titik di Indonesia. Titik tersebut adalah Sumatera Utara, Jawa Barat, DKI Jakarta, Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta, dan Sulawesi Selatan.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *