Tren 2017, Kedai Artisan Kopi Akan Menjamur

Tren 2017, Kedai Artisan Kopi Akan Menjamur

JAKARTA, KOMPAS.com – Tren menyeruput kopi di Indonesia menjelma sebagai gaya hidup. Kedai-kedai kopi berjamuran seperti di Jakarta. Semua berlomba menawarkan rasa otentik dari aneka ragam kopi nusantara.

Ketua Badan Perwakilan Daerah Asosiasi Eksportir Kopi Indonesia (AEKI) Jawa Tengah, Moelyono Soesilo menyebutkan pada tahun 2017 mulai banyak hadir kedai artisan kopi. Sementara itu, tren minum kopi masih berkisar pada proses penyeduhan manual brew.

“Untuk minum kopi espresso itu mulai stagnan trennya. Untuk manual brew, kemudian yg berkembang itu adalah artisan kopi,” jelas Moelyono kepada KompasTravel seusai acara Opening Moment Creative Collaboration Cozyfield & Viva Barista di Mal Pondok Indah 1, Jakarta, Kamis (15/12/2016).

BACA JUGA: JK: Kalau Mau Kopi Asli Datang ke Banyuwangi

Menurut Moelyono, artisan kopi adalah kedai yg menawarkan sesuatu macam kopi buat pembeli. Sementera, manual brew adalah cara menyeduh kopi secara manual tanpa memakai mesin seperti dalam teknik espresso.

“Di Jakarta, Bandung itu telah banyak artisan kopi. Lebih-lebih di Bandung itu unik-unik. Jadi ada sesuatu kafe, aku mau ketawa waktu mau ke rumah sepupu. Di ujung jalan ada pos satpam tetapi kok ada alat-alat kopi. Saya jalan kaki dulu lihat pos, itu benar jualan kopi. Mereka sangat luar biasa dan professional. Dia tahu apa yg ia jual dan dia tak jual kopi yg lain,” ujar Moelyono ketika mendeskripsikan artisan kopi.

KOMPAS.COM/OKY HARTANTO Whale & Co, sebuah kedai kopi mungil di Legian, Bali.

Menurutnya, konsep kedai artisan kopi adalah suatu hal yg unik dalam industri kopi. Proses penyajian dan juga bentuk kedai, lanjut Moelyono, menjadi nilai jual dari kedai artisan kopi.

“Artisan itu bikin satu yg anti mainstream. Biasanya itu generasi anak muda yg buat,” ungkapnya.

Laki-laki yg sudah bergelut di industri kopi hampir 25 tahun ini menyampaikan konsep artisan kopi sebenarnya berasal dari luar negeri. Kini, lanjutnya, konsep artisan kopi banyak disesuaikan dengan budaya Indonesia.

“Di Yogyakarta ada (kedai artisan kopi). Itu ada kaki lima, pinggir jalan. Dia jual kopi specialty tinggi, kualitas tinggi. Walaupun dia kaki lima, dia apresiasi kopi yg kualitas tinggi,” ucap Moelyono.

BACA JUGA: Kisah Pilu di Balik Secangkir Kopi Kawa Khas Payakumbuh

Tren minum kopi ke kedai-kedai artisan kopi dianggap sebagai bentuk kejenuhan pembeli. Moelyono menyampaikan generasi muda bosan pergi ke gerai kopi ternama dan kini beralih ke kedai berkonsep artisan kopi.

Artisan sendiri dapat dideskripsikan sebagai ahli di bidang tertentu. Artisan biasanya menghasilkan karya dengan kualitas tinggi.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *