Tips Menitip Oleh-oleh Ala Trinity Traveler

Tips Menitip Oleh-oleh Ala Trinity Traveler

JAKARTA, KOMPAS.com – “Oleh-oleh ya” atau “Nitip makanan daerah dong”. Mungkin kata-kata itu kadang didapati ketika Anda pergi liburan ke suatu tempat baik sebelum pergi maupun di media sosial.

Responsnya biasa bervariasi, akan dari sekadar basa-basi, senang, atau bahkan mampu membuat kesal dan menghancurkan mood Anda liburan.

“Saya gak pernah beliin oleh-oleh. Malas. Dari awal aku telah bilang, aku gak terima titipan oleh-oleh. Habis kalau nitip oleh-oleh suka gak kira-kira banyaknya. Tapi kalau nitipnya barang yg mudah dicari dan kuantitasnya sedikit sih aku beli,” kata seorang netizen yang berasal Depok, Galuh Sakti Bandini, dalam pesan Facebook kepada KompasTravel, Minggu (18/12/2016).

(BACA: Pernahkah Anda Merasa Lelah Dititipkan Oleh-oleh?)

Lalu apa yg perlu diperhatikan saat menitip oleh-oleh kepada rekan Anda? Berikut tips dari penulis buku The Naked Traveler, Ade Perucha Hutagaol atau lebih dikenal dengan nama pena Trinity Traveler.

“Kalau mau titip oleh-oleh, dia harus tahu oleh-oleh apa yg mau dititip. Jangan sampai menyusahkan jalan-jalan yg pergi,” kata Trinity kepada KompasTravel seusai acara Konferensi Pers Blue Band Master Oleh-Oleh di Jakarta, dua waktu yg lalu.

KOMPAS.com/Muhammad Irzal Adiakurnia Setiap libur Lebaran, kota ini dipadati oleh para pemudik tujuan Cirebon, Jawa Tengah, maupun Jawa Timur, pusat oleh-oleh punkerap dipadati wisatawan yg singgah.

Trinity menyebut seorang penitip oleh-oleh harus tahu rencana perjalanan orang yg mulai dititipkan. Selain itu, penitip harus tahu di mana tempat membeli dan harga oleh-oleh yg mulai dibeli.

“Jadi telah riset apa yg beli. Karena yg dititipkan mampu marah,” katanya.

Uang buat membeli oleh-oleh, menurut Trinity, dapat dikerjakan berdasarkan kesepakatan. Uang mampu diberikan sebelum yg dititipkan pergi atau setelah datang kembali di Indonesia.

“Tentu juga gak beli sampai yg kelebihan bagasi (di pesawat). Lihat kapasitas bagasi juga,” ujar Trinity.

Penitip oleh-oleh juga sebaiknya jangan sungkan buat berkomunikasi. Lebih baik bertanya kepada orang yg dititipkan terkait ketersediaan buat membeli oleh-oleh.

“Misalnya, ‘Kalau ada waktu ya’, karena itu oleh-oleh ada di kota sebelumnya. Tidak memaksakan dan tahu keadaan juga,” tutup Trinity.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *