Timor Leste Segera Daftarkan Tais Ke UNESCO

Timor Leste Segera Daftarkan Tais Ke UNESCO

DILI, KOMPAS.com – Pemerintah Timor Leste mulai langsung mendaftarkan tais sebagai warisan kekayaan dunia dari Timor Leste ke Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNESCO).

Tais adalah seni kerajian tenun yg memang berasal dari negara tersebut. Menteri Pariwisata, Seni, dan Budaya Timor Leste, Fransisco Kalbuadi Lay menyampaikan ada lima motif tais yg rencananya mulai mereka daftarkan ke UNESCO. Kelimanya berasal dari berbagai distrik yg ada di Timor Leste.

“Kita di sini ada lima tempat yg telah ditentukan. Kita telah mengajukan ke UNESCO agar mampu dijadikan sesuatu kekayaan dunia,” kata Kalbuadi ketika ditemui usai menghadiri acara peluncuran tais “printing” produksi Raya Tex di Dili Convention Center, Dili, Timor Leste, Sabtu (10/12/2016).

Kalbuadi menyampaikan pendaftaran tais ke UNESCO yaitu salah sesuatu upaya Pemerintah Timor Leste menjaga kekayaan budaya dari seni kerajinan dari negara tersebut. “Kita memegang teguh dari apa yg telah ditinggalkan oleh nenek moyang kita,” ujar Kalbuadi.

Sementara itu, menanggapi tais printing yg diproduksi oleh Raya Tex, Kalbuadi memuji ide yg dikerjakan pasangan selebriti yg menjadi pemilik brand tersebut, yakni Krisdayanti dan Raul Lemos.

KOMPAS.com/ALSADAD RUDI Acara peluncuran produk fashion tais printing dari Raya Tax di Dili Convention Center, Dili, Timor Leste, Sabtu (10/12/2016) malam.

Menurut Kalbuadi, langkah yg dikerjakan KD dan Raul yaitu salah sesuatu upaya bagi memperkenalkan tais ke mancanegara.

Ia menilai memang telah saatnya kain tais yg menjadi salah sesuatu kekayaan budaya Timor Leste dilestarikan dengan cara industrialisasi. Karena dengan cara itulah tais mulai semakin masyarakat yg memakai tais.

“Kita dapat lihat kombinasi antara sisi modern dan tradisional dari tais itu sangat bagus. Oleh karena itu kalau harus diindustrialisasikan dan mendunia nanti, perlu dikerjakan langkah seperti ini,” ucap Kalbuadi.

Pada kesempatan yg sama, Raul Lemos menginginkan agar tais Timor Leste mampu dikenal layaknya batik Indonesia. Ia juga ingin ke depan tais mampu menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari masyarakat Timor Leste.

KOMPAS.com/ALSADAD RUDI Sebuah booth yg menampilkan produk tais printing ketika acara peluncuran produk fashion tais printing dari brand Raya Tax di Dili Convention Center, Dili, Timor Leste, Sabtu (10/12/2016) malam.

“Seperti di Indonesia yg seluruh orang menggunakan batik, dari akan presiden, menteri setiap menerima tamu negara dan di acara-acara formal atau pernikahan. Sehingga aku berharap suatu ketika tais juga mulai menjadi begitu,” kata Raul.

Batik Indonesia sendiri telah ditetapkan sebagai salah sesuatu warisan kekayaan dunia oleh UNESCO pada 2009 silam.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *