Sertifikasi Halal Restoran, Keluhan Menpar, Hingga Turis China…

Sertifikasi Halal Restoran, Keluhan Menpar, Hingga Turis China…

JAKARTA, KOMPAS.com – Permasalahan sertifikasi halal restoran di Indonesia mencuat. Hal itu lantaran Indonesia dituntut agar memenuhi standar wisata halal secara global.

“Yang paling kritikal nomor sesuatu adalah mungkin hampir tak ada kompromi itu makanan, mereka harus halal. Kalau yg lainnya relatif peralatan shalat dan mushala. Di GMTI (Global Muslim Tourism Index) itu kalian nomor satu,” kata Menteri Pariwisata Arief Yahya seusai Jumpa Pers Akhir Tahun 2016 Kementerian Pariwisata di Balairung Soesilo Soedarman Gedung Sapta Pesona Kementerian Pariwisata, Jakarta, Kamis (21/12/2016).

Menurut Menpar, Indonesia masih memiliki kelemahan di bidang penyediaan makanan halal. Arief menyebut kelemahan tersebut adalah sudah merasa halal.

“Kita merasa sudah halal jadi tidak perlu disertifikasi. Padahal orang itu tak kenal sama kami (Indonesia),” katanya.

Ia menambahkan tidak dapat bersikap demikian seandainya dirinya pergi ke destinasi wisata yg tidak dikenal. Menurut Arief, ia pasti menanyakan sertifikasi halal terkait makanan yg mulai dimakan.

KOMPAS.COM/JOSEPHUS PRIMUS Ragam makanan halal yg dijual di Hilal Street, Chiang Mai, Thailand. Salah sesuatu yg menjadi andalan adalah khao soi. Makanan ini sejatinya adalah mi dengan kuah kari.

“Mohon rekan-rekan terutama restoran langsung disertifikasi dengan halal. Jepang dan Thailand melakukannya. Kenapa Jepang dan Thailand lebih sensitif dari kita, karena mereka default-nya tak halal. Jadi kalau kalian di restoran Thailand misalnya, kalau tidak dicap halal, berarti tak halal. Kalau di Indonesia tidak dicap halal, tetapi tetap halal. Kita merasanya seperti itu,” kata Arief.

Sementara, Ketua UmumĀ Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Association of the Indonesian Tours & Travel Agencies (ASITA), Asnawi Bahar menyampaikan dua turis China yg beragama Muslim bertanya tentang label halal suatu makanan. Menurutnya, China memiliki populasi penduduk Muslim sebanyak lebih dari 200 juta.

“Mereka bertanya soal Bali. Kemarin kami bawa mereka ke Bali, restoran di Bali belum mampu menyiapkan label halal. Itu kendala kita,” jelas Asnawi seusai jumpa pers.

Ketua Tim Percepatan Wisata Halal Kementerian Pariwisata Riyanto Sofyan menargetkan minimal 100 restoran per provinsi di Indonesia sudah tersertifikai halal pada tahun 2017. Ia menyebut bahkan Indonesia dapat melampaui target sertifikasi halal restoran sebanyak 100 restoran.

“Singapura itu saja ada 2.961 restoran dan hotel yg telah tersertifikasi halal. Itu pekerjaan rumah kami ke depan,” ujar Riyanto kepada KompasTravel seusai acara jumpa pers.

Kementerian Pariwisata sendiri memiliki daerah-daerah yg ditawarkan sebagai destinasi wisata halal. Beberapa daerah tersebut seperti Aceh, Sumatera Barat, DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Lombok.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *