Sajian Martabak Durian Sudah Ada Sejak 12 Tahun Lalu

Sajian Martabak Durian Sudah Ada Sejak 12 Tahun Lalu

DEPOK, KOMPAS.com – Hidangan martabak Durian yg ditawarkan oleh gerai Istana Martabak, Margonda, Kota Depok, Jawa Barat ternyata sudah hadir sejak pertengahan tahun 2005. Martabak durian di Istana Martabak menjadi salah sesuatu menu yg tidak hilang layaknya varian rasa klasik seperti cokelat, keju, dan kacang.

“Martabak durian ini telah masuk menu selama 12 tahun. Tidak pernah berhenti. Sampai sekarang martabak durian gak pernah kosong,” kata Pemilik Istana Martabak, Ardianto (42) ketika ditemui KompasTravel di gerainya yakni di bilangan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat, Rabu (11/1/2017).

Selama 12 tahun, konsistensi adalah kunci keberhasilan mempertahankan varian martabak durian. Ardianto menyampaikan buat bahan isi martabak, yakni daging buah durian, tidak pernah ia kurangi.

“Satu martabak durian yg mini butuh sekitar 30 gram daging durian,” ungkap laki-laki kelahiran Pulau Bangka itu.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Satu yg menyita perhatian khususnya hidung ketika daging buah durian mulai dioleskan di martabak. Aroma menyengat buah berduri itu menelusup lubang hidung.

Martabak durian disajikan selama hampir 12 tahun ini terus melekat di hati penikmatnya. Ardianto mengaku permintaan martabak durian di gerainya setiap hari mampu mencapai 50 loyang buat segala ukuran.

“Yang diminati itu yg mini karena murah dan mampu dimakan sendiri. Itu gak ada yg sisa. Kalau yg besar, gak habis itu basi. Makanya rata-rata beli yg kecil,” paparnya.

Awal hadirnya hidangan martabak durian di Istana Martabak berawal saat ia menyantap serabi durian. Selepas itu, ia segera terpikir buat mengombinasikan daging buah durian dengan martabak.

“Saya berpikir kalau digabung dengan martabak itu mungkin bisa. Awalnya begitu saja. Dari situ muncul inovasinya,” ungkap Ardianto.

BACA JUGA: 5 Martabak Kekinian Pilihan bagi Jajan Sore

Sejak awal berdiri hingga ketika ini, Ardianto menyebut varian martabak yg tidak hilang di Istana Martabak adalah keju, kacang, dan cokelat. Sementara, varian martabak seperti kacang merah, kacang hitam, dan kelapa sudah hilang.

“Kalau Nutella masih berjalan sampai sekarang. Isi kelapa, selai nanas, stroberi itu telah hilang. Varian durian itu kan tambahan. Tapi ada pasarnya sendiri kok durian itu,” tambahnya.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Istana Martabak, usaha yg dirintis oleh Ardianto (42), sejak tahun 2001 yg menjual olahan buah durian dengan cara digabung dengan martabak. Istana Martabak menyediakan beberapa pilihan rasa yakni durian polos dan durian keju.

Selama hampir 12 tahun, ia mengaku hidangan martabak durian ini juga penuh tantangan dalam penyajiannya. Tantangan yg dialami adalah ketahanan daging buah durian.

“Martabak durian itu sulitnya buat menyimpannya. Gak tahan lama. Paling lama beberapa hari pakai freezer. Kalau telah jadi martabak, 5-6 jam saja. Beda dengan cokelat, durian itu cepat basi. Kalau pisang, jagung kan tak ada basinya,” paparnya.

Pertama kali mengembangkan varian martabak durian ia juga sempat mengalami kesulitan. Antara yang lain adalah ketidaktahuan buat menyimpan daging durian.

“Awalnya mudah sekali buatnya karena tinggal dioles. Saya tidak pernah kepikiran campur apa-apa. Awalnya sih basi aja duriannya,” imbuh laki-laki beranak beberapa itu.

BACA JUGA: Tiga Tipe Penikmat Martabak, Anda Termasuk yg Mana?

Mahal dan sulitnya mendapatkan durian montong juga menjadi tantangan dalam perjalanan varian martabak durian. Sejak mengalami kesulitan itu, Ardianto mengganti dengan macam durian Medan.

“Pertama kali itu pakai durian montong, tetapi awal sekitar 3-4 tahun kemudian, durian montong ini susah didapatkan. Makin mahal, akhirnya kalian pakai durian Medan,” jelas Ardianto.

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Sebuah gerai di bilangan Margonda, Kota Depok, Jawa Barat menyediakan hidangan martabak durian.
Istana Martabak, usaha yg dirintis oleh Ardianto (42), sejak tahun 2001 yg menjual olahan buah durian dengan cara digabung dengan martabak.

Menurutnya, durian Medan terbilang efisien lantaran sudah dikupas dan berbentuk beku. Hal itu memudahkan Ardianto bagi mengolah buah durian dan dari segi penyimpanan.

Ia menyampaikan dalam sesuatu bulan mampu membutuhkan sekitar 100-150 kilogram daging durian Medan bagi martabak yg ia jual. Menurutnya, stok daging durian Medan dalam bentuk beku cenderung gampang didapatkan dibandingkan dengan durian lain.

Istana Martabak menyediakan tiga pilihan ukuran buat martabak durian. Ada ukuran mini dengan diameter sekitar 10 sentimeter, sedang dengan diameter 22 sentimeter, dan besar dengan ukuran 28 sentimeter.

BACA JUGA: Kini Hadir, Martabak Espresso dengan Kopi Asli Indonesia

Istana Martabak berlokasi di Jalan Margonda Raya Nomor 282, Depok, Jawa Barat. Gerai Istana Martabak dengan kapasitas lebih dari 100 orang itu buka akan pukul 12.00 – 23.00 WIB setiap harinya.

Selain di Margonda, Depok, Istana Martabak membuka cabang di Jalan Tole Iskandar, Depok; Jalan Ciledug Raya Nomor 16, Petukangan Selatan, Jakarta Selatan; Jalan Raya Serpong Nomor 39C; dan yg terbaru di Bali tepatnya di Jalan Sunset Road Ruko Sunset Permai, Seminyak, Bali.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *