Rendahnya Literasi Digital Jadi Penyebab Penyebaran Berita Hoax

Rendahnya Literasi Digital Jadi Penyebab Penyebaran Berita Hoax

Masyarakat Telematika Indonesia (Mastel) dan Asosiasi Penyelenggara Jasa Internet Indonesia (APJII) memandang munculnya fenomena penyebaran berita hoax lantaran masih rendahnya literasi keterangan digital masyarakat negeri melalui internet. Maka, kedua asosiasi tersebut bekerja sama dengan Masyarakat Anti Fitnah Indonesia (Mafindo) bagi melakukan literasi keterangan digital untuk masyarakat.Mastel sendiri, sangat mendukung pengembangan aplikasi yg mampu meningkatkan keterlibatan masyarakat buat menguji kesahihan suatu berita. Dukungan ini termasuk dengan pengembangan aplikasi mobile Mastel menjadi aplikasi yg terintegrasi dengan aplikasi data.turnbackhoax.id. Selanjutnya, upaya responsif ini perlu diimbangi dengan peningkatan literasi agar hoax tidak lagi mendapat tempat di tengah masyarakat.”Langkah awal turn back hoax telah bagus, berikutnya perlu menyentuh sumber persoalannya merupakan literasi baca yg rendah sebagai akibat dari edukasi yg rendah, dengan cara memberikan tambahan pengetahuan dan peningkatan pendidikan di Indonesia”, jelas Ketua Umum Mastel Kristiono dalam informasi resminya yg disampaikan di Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta, Senin (10/1).Sementara, Sekjen APJII Henri Kasyfi Soemartono mengatakan posisi APJII sebagai asosiasi yg mewadahi segala penyelenggara jasa internet yg tersebar di semua Indonesia, mulai turut ambil bagian dalam berbagai proses yg memastikan bahwa Internet kami adalah Internet yg bersih, selektif dan aman. Salah satunya adalah melalui edukasi kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan anggota APJII di daerah.”Termasuk salah satunya dengan bantuan dari Duta Internet APJII atau lebih dikenal dengan sebutan Miss Internet”, ungkap Henri.Sebagai penyelenggara Indonesia Internet Exchange di belasan provinsi, APJII juga memiliki kemampuan buat lebih banyak berkontribusi dengan menyediakan berbagai sistem serta aplikasi buat selalu mengurangi konten negatif Internet di masyarakat. Dalam waktu dekat, APJII mulai langsung launching Dashboard Internet BERSAMA (Bersih, Selektif dan Aman) sehingga semua elemen pemerintah dan masyarakat bisa memberikan masukan tentang konten negative yg nantinya masukan tersebut mulai segera masuk ke dashboard instansi pemerintah yg berwenang buat kemudian dikerjakan pemblokiran seandainya diperlukan.Harapan MASTEL dan APJII, gerakan turn back hoax bisa berjalan secara kontinu dan menjadi inisiatif yg melibatkan semua elemen Masyarakat Indonesia, tanpa kecuali.Baca juga:
Menkominfo: Kritik silakan, yang berasal tidak memprovokasi dan hoax
Rhoma Irama dan Anies sepakat berita hoax berbahaya untuk Indonesia
Jokowi ajak santri syiarkan akhlakul karimah cegah berita bohong
Masyarakat Indonesia perlu edukasi lebih dalam berselancar di medsos
Dukung gerakan antiberita hoax, Gubernur Jateng bacakan prosa
Deklarasi masyarakat tanda tangan anti hoax di HI

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *