QR Code Jadi Solusi Singkirkan Portal Berita Penebar Hoax

QR Code Jadi Solusi Singkirkan Portal Berita Penebar Hoax

Saat ini banyak sekali muncul media-media online mengatasnamakan portal berita. Fenomena ini membuat geram Dewan Pers lantaran tidak jelasnya identitas dan penanggung jawab dari portal berita itu. Maklum, belakangan ini tak sedikit portal berita abal-abal yg menyebarkan informasi-informasi hoax dan kerap kali memutarbalikkan fakta.Menurut Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, sejauh ini pihak Dewan Pers sudah mengantongi 43.300 media online yg mengaku sebagai portal berita. Sementara, berdasarkan data yg dimiliki kurang lebih 243 media online yg sudah terdaftar. Jumlah itu tak sebanding dengan portal berita yg telah terdaftar di Dewan Pers.Maka dari itu, bagi mengembalikan marwah pers sebagai pilar keempat demokrasi, Dewan Pers tengah menyiapkan teknologi berupa QR code buat mampu mendeteksi portal berita yg telah terverifikasi berdasarkan data yg dimilikinya. Dengan cara ini dianggap bisa meredam informasi-informasi hoax yg disebar oleh portal berita abal-abal.”Dewan Pers nanti pada tanggal 9 Februari mendatang, bertepatan dengan Hari Pers Nasional, kalian mulai memberikan semacam logo yg isinya adalah barcode kepada media massa baik online maupun cetak yg sudah terverifikasi oleh Dewan Pers,” katanya belum lama ini ketika ditemui di kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Jakarta.Langkah ini, kata Yosep, seandainya ada masyarakat yg dirugikan dalam suatu pemberitaan, maka mampu memindai logo tersebut melalui smartphone dan mulai segera terkoneksi dengan data yg dimiliki oleh Dewan Pers terkait identitas dari media massa itu. Maksudnya, apakah portal berita itu abal-abal atau tidak. Bila bukan portal berita abal-abal, maka mampu dilaporkan tentang keberataan pada pemberitaan tersebut. Jika hal itu tak ditindak lanjuti oleh media terkait, mampu mengadu ke Dewan Pers.”Ini sebagai upaya kalian juga melindungi kemerdekaan pers di Indonesia,” tutur dia.Sementara itu, Dirjen Aplikasi Informatika (Aptika) Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo), Samuel Abrijani Pangerapan, sempat menuturkan pihaknya dan Dewan Pers mulai serius menangani portal berita tidak jelas yg tak terdaftar. Rujukannya ada pada Undang-undang Pers.”Nanti ada gerakan bersama dengan Dewan Pers. Jadi, seluruh website yg mengaku portal berita kalau tak ada nama perusahaan, struktur perusahaan, alamat redaksi atau kantor, mulai kita bersihkan,” ujarnya.Baca juga:
Kemkominfo bakal sapu bersih portal berita abal-abal
Badan Cyber Nasional senjata baru Jokowi tangkal berita hoax
Begini cara Anies tepis berita hoax di medsos
Pemerintah bentuk badan cyber, kinerja Menkominfo dipertanyakan
Anies Baswedan curhat kadang jadi korban fitnah akibat berita hoax
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat minta Badan Cyber sinergi dengan UU ITE

Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *