PHRI: Kemacetan Di Cisomang, Hunian Hotel Di Bandung Menurun

PHRI: Kemacetan Di Cisomang, Hunian Hotel Di Bandung Menurun

BANDUNG, KOMPAS.com – Kemacetan yg terjadi di dua titik Tol Cipularang dan jalur arteri peralihan arus membuat banyak wisatawan yg membatalkan kunjungannya ke Bandung, Jawa Barat. Itu kelihatan dari pembatalan pemesanan hotel.

“Macet akibat Cisomang tentu ada pengaruhnya. Jumlah wisatawan dan hunian hotel menurun,” ujar Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Jawa Barat, Herman Muchtar, ketika dihubungi, Kamis (29/12/2016).

Herman mengaku belum mendapat laporan resmi dari hotel-hotel di Bandung. Namun ia memperkirakan, wisatawan yg membatalkan pemesanan hotel di Bandung minimal 10 persen.

(BACA: Rute Bandung-Bangkok Diharapkan Mulai 2017)

Penurunan tersebut, sambung Herman, disebabkan karena macet dan peralihan arus lali lintas akibat bergesernya Jembatan Cisomang. Akibatnya, perjalanan Jakarta-Bandung yg dapat ditempuh 3 jam, kini harus dilalui lebih dari 10 jam.

“Apalagi wisatawan di Bandung kebanyakan dari Jakarta. Minimal 50 persen lah wisatawan Jakarta,” tuturnya.

Karena itu, kemacetan parah di Cipularang mulai berimbas pada kunjungan wisatawan di Bandung. Saat ini, para pengusaha hotel berharap agar kendaraan golongan I tak ikut dialihkan.

“Kalau golongan I ikut dialihkan, jumlah kunjungan wisatawan mulai lebih menurun,” ungkapnya. Sebab, ketika ini pun ada wisatawan yg akhirnya putar balik dan membatalkan liburan di Bandung.

Kontributor Bandung, Reni Susanti Sejumlah petugas Jasa Marga tengah melapisi beton Jembatan Cisomang dengan cairan kimia penguat beton, Kamis (23/12/2016). Pilar kedua Jembatan Cisomang mengalami pergeseran.

“Mudah-mudahan okupansi hotel di Bandung pada Tahun Baru dapat mencapai target di angka 80 persen,” kata Herman.

Meskipun bila melihat keadaan sekarang, ia khawatir okupansi tak mencapai target. “Saat ini okupansi di angka 65 persen,” ujarnya.

Berita sebelumnya, Jasa Marga memberlakukan buka tutup di Tol Cipularang. Hal ini dikerjakan bagi mengurangi beban kepadatan di titik-titik tertentu.

Kendaraan dialihkan di KM 84 (Jatiluhur) dan Km 75 (Sadang). Namun karena macet parah, kendaraan di KM 66 pun ditutup dan dialihkan ke Cikopo melalui Subang.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *