Pemilik Inginkan Rumah Gajah Mungkur Seperti Istana Gebang

Pemilik Inginkan Rumah Gajah Mungkur Seperti Istana Gebang

GRESIK, KOMPAS.com – Banyak orang maupun wisatawan yg mengatakan, seandainya rumah Gajah Mungkur punya keluarga Ahmad Khoiri (34), layak dijadikan sebagai ikon Kampung Kemasan di Gresik, Jawa Timur.

Terkait hal itu, Khoiri pun ingin menjadikan rumahnya tidak sekadar ikon semata, namun juga membuatnya benar-benar layak dinobatkan sebagai ikon. Dengan cara, tak cuma menyuguhkan tampilan berupa benda-benda peninggalan bersejarah, namun juga melengkapinya dengan berbagai kerajinan yg nantinya mampu dijadikan oleh-oleh untuk para pengunjung.

“Saya coba mematangkan kerajinan batik, yg telah aku geluti sejak lama. Karena meskipun aku dilahirkan di sini, aku dibesarkan ikut Budhe (kakak perempuan ibu) di Pekalongan yg sehari-harinya beraktivitas membatik,” kata Khoiri di Gresik, Jumat (23/12/2016).

(BACA: Rumah Gajah Mungkur Jadi Ikon Kampung Kemasan di Gresik)

Atas dasar kemampuan itu, laki-laki yg sampai ketika ini membujang tersebut coba menyuguhkan nuansa batik untuk wisatawan yg berkunjung ke rumah yg ketika ini cuma ditinggalinya bersama sang ibu, Nur Rahmah (70).

“Mulai delapan tahun lalu, sejak aku kembali lagi ke Gresik, aku selalu coba mengkreasikan batik di sini. Masih aku lakukan sendiri dan belum mempekerjakan orang lain, karena aku ingin hasil pertama batik yg aku suguhkan, dapat benar-benar membuat pengunjung maupun wisatawan merasa puas,” katanya.

“Karena aku sendiri berharap, seandainya nantinya Kampung Kemasan benar-benar dijadikan kawasan heritage dengan rumah ini sebagai ikonnya, para pengunjung yg tiba dapat merasakan suasana seperti di Istana Gebang di Blitar,” lanjut Khoiri.

Menurut Khoiri, wisatawan yg berkunjung selain disuguhi oleh beragam peninggalan benda-benda kuno yg mempunyai sederet cerita sejarah juga bisa membawa pulang oleh-oleh khas buat keluarganya.

Untuk itu, Khoiri pun telah memulai petualangannya dengan dua hasil batik, yg kini telah bersiap disuguhkan kepada para pengunjung buat dibawa pulang sebagai oleh-oleh. Tidak sekadar batik, melainkan batik yg mempunyai ciri khas Gresik.

“Karena motif batik sekarang kan telah banyak di pasaran. Makanya aku mencoba untuk batik khas Gresik, dengan menonjolkan motif khas Gresik-an, seperti gambar damar kurung, ikan bandeng, rusa bawean, maupun pudak,” papar Khoiri.

KOMPAS.com/HAMZAH ARFAH Ahmad Khoiri ketika menunjukkan batik karyanya dengan motif gresik-an di rumah Gajah Mungkur, Gresik, Jawa Timur, Jumat (23/12/2016).

Selain batik, Khoiri juga siap mengisi slot jualannya kepada para pengunjung dengan berbagai kerajinan akan dari rotan, batu mulia, hingga kulit. Karena berkaca dari cerita masa silam, kampung kemasan memang dulunya adalah perkampungan para saudagar kulit yg ada di Gresik dan sekitarnya.

“Tapi bagi sementara, aku mulai fokus dengan batik dulu. Meski aku sendiri juga telah menghubungi saudara-saudara yg ada di Pekalongan, bila nanti membutuhkan berbagai kerajinan dari rotan, batu mulia dan kulit,” pungkasnya.

Menurut cerita, Kampung Kemasan memang sempat menjadi sentra penyamakan dan kerajinan kulit, yg mengalami masa keemasan pada rentang 1896-1916. Tidak cuma terkenal di lingkup Jawa Timur saja, melainkan hingga ke kota-kota besar yg ada di Pulau Jawa waktu itu.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *