Pemerintah Filipina Diprotes Toyota Dan Mitsubishi

Pemerintah Filipina Diprotes Toyota Dan Mitsubishi

Manila, KompasOtomotif – Dua produsen mobil raksasa yang berasal Jepang, Toyota dan Mitsubishi melayangkan protes kepada pemerintah Filipina. Ini lantaran dianggap pilih kasih dan meringankan syarat-syarat bagi mendapat insentif kepada merek yang berasal Jerman, Volkswagen, mengutip Nikkei, Kamis (8/12/2016.

Coba sedikit mundur ke belakang, pemerintah Filipina menggulirkan program Comprehensive Automotive Resurgence Strategy (CARS), buat menarik investasi dan memacu pertumbuhan industri otomotif. Di mana mereka menawarkan insentif total 27 miliar peso atau Rp 7,24 triliun, buat setiap produsen.

Syaratnya adalah, si pembuat mobil harus mampu menghasilkan 200.000 unit dalam enam tahun di dalam negeri, atau sampai tahun 2022. Program ini terbatas cuma pada tiga model mobil, beberapa di antaranya yg telah dipilih merupakan Toyota Motor, dengan sedan kompak Vios, dan Mitsubishi Motors bersama Mirage.

Meski berat, tapi keduanya sudah menandatangani kontrak tersebut. Untuk memenuhi kuota tersebut, Mitsubishi sudah menetapkan buat menuangkan dana hampir 10 miliar yen atau Rp 1,16 triliun rupiah. Lebih dari itu, sekitar 350 orang juga direkrut dalam investasinya ini.

Sementara saat pihak ketiga datang, dalam hal ini Volkswagen, pemerintah Filipina dinilai condong ke arah meringankan, dibanding dengan beberapa merek Jepang. Sampai ketika ini, pihak Filipina masih memikirkan kembali apakah VW mampu masuk dalam program tersebut, setelah protes tersebut.

Namun, kedua produsen mobil yang berasal Jepang tetap memandang ke depan sesuai dengan rencana investasi mereka. Taruhan telah mereka pasang buat potensi pasar Filipina, dan berharap mampu mengalahkan saingan mereka. 

Sumber: http://otomotif.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *