Muak Dengan Berita Palsu? Ini 4 Langkah Facebook Memberantasnya

Muak Dengan Berita Palsu? Ini 4 Langkah Facebook Memberantasnya

Facebook adalah sarang dari banyak sekali berita palsu. Tak hanya di Amerika Serikat yg notabene jadi persoalan besar karena tingginya jumlah ‘share’ berita palsu, di Indonesia ternyata juga demikian keadaannya.Beberapa pekan lalu, Facebook memberikan gambaran mengenai dua hal yg sedang dilakukan oleh jejaring sosial terpopuler tersebut, buat mengatasi persoalan berita palsu dan hoax. Facebook berkomitmen bagi memberantasnya dan dua fitur telah akan dijalankan.Upaya Facebook dalam memberantas hoax dan berita palsu berpusat dalam empat area. Rencananya, berbagai hal ini hanyalah dua langkah awal yg diambil buat memperbaiki pengalaman para pengguna Facebook. Tentu dalam uji-coba ini mulai ada proses trial and error yg mulai selalu membuat platform Facebook tidak lagi ramah berita palsu dan hoax. Berikut empat langkah tersebut.1. Proses pelaporan yg lebih mudahFacebook sedang menguji dua cara buat mempermudah pelaporan hoax seandainya Anda melihatnya berkeliaran di News Feed atau Home. Anda mampu melakukan hal ini dengan mengklik sudut kanan atas dalam sebuah postingan. Facebook sendiri sangat bergantung pada Anda sebagai pengguna, dalam menolong mengatasi permasalahan ini. Pasalnya cuma dengan cara ini Facebook mampu mendeteksi lebih banyak lagi berita palsu.2. Kerjasama dengan pihak pengecek faktaLangkah selanjutnya dari Facebook adalah dalam penyediaan konteks yg lebih baik dalam bertukar pendapat. Hal ini mampu menolong membantu banyak orang dalam mengambil keputusan mengenai apa yg mampu mereka yakin dan apa yg dapat mereka bagikan.Terkait hal ini ini, Facebook sudah memulai sebuah program kerjasama dengan organisasi pihak ketiga bagi mengecek fakta, yakni dengan International Fact Checking Code of Principles di Poynter. Facebook mulai memakai laporan dari pengguna buat mengirimkan berbagai berita ke organisasi ini. Jika mereka mengidentifikasi adanya berita palsu, maka mulai terdapat tanda dan tautan ke artikel dengan penjelasan yg benar. Artikel yg diperdebatkan mulai muncul lebih sedikit di News Feed.3. Menekan pembagian berita palsuFacebook menguji mencoba bagi membuat semacam algoritma yg dapat menilai sebuah berita ada unsur hoax atau tak ditengarai dari kecenderungan seseorang membagikannya. Sinyal bagaimana pola seseorang dalam ‘ngeshare’ artikel mulai dilihat sehingga pola seseorang dalam membagi artikel hoax mulai terlihat.4. Memutus insentif finansial penyebar berita palsuFacebook menemukan bahwa banyak berita palsu yg ternyata memiliki motif finansial. Penyebar berita palsu menghasilkan uang dengan menyamar sebagai organisasi media terkenal dan memuat hoax yg mengundang pembaca mengunjungi situs mereka, di mana kebanyakan isi situs mereka adalah iklan.Oleh karena itu, Facebook tengah melakukan berbagai hal bagi mengurangi insentif finansial ini. Dalam sisi pembelian, Facebook sendiri sudah mengeliminasi kemampuan pembelian untuk domain yg sifatnya menipu, yg mulai mengurangi prevalensi dari situs-situs yg berpura-pura sebagai media yg sesungguhnya. Dalam sisi penerbit, Facebook menganalisis situs penerbit bagi mendeteksi di mana tindakan penegakan kebijakan mungkin dibutuhkan.
Sumber: http://www.merdeka.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *