Kangen Nasi Di Selandia Baru? Tenang, Ada Kedai Jual Nasi…

Kangen Nasi Di Selandia Baru? Tenang, Ada Kedai Jual Nasi…

AUCKLAND, KOMPAS.com – Ada keinginan yg lazim diucapkan orang Indonesia ketika bepergian ke luar negeri, merupakan “belum makan kalau belum makan nasi”. Akan gampang bila liburan di negara Asia atau negara yang lain yg makanan pokoknya adalah nasi.

Sebaliknya, hal ini mulai sulit seandainya Anda bepergian ke negara-negara barat yg umumnya memakai kentang atau roti sebagai makanan pokok atau sumber karbohidrat.

Selandia Baru terdiri dari beberapa pulau penting merupakan Pulau Utara dan Pulau Selatan. Para penduduk Selandia Baru mayoritas adalah orang Maori dan orang keturunan Eropa.

Orang Maori adalah bangsa pertama yg menetap di daratan Selandia Baru. Leluhur mereka berasal dari kawasan Polinesia. Makanan pokok mereka umumnya adalah umbi-umbian atau jagung.  

(BACA: Hanya bagi Pemberani, “Bungy Jumping” ke Sungai Terpanjang di Selandia Baru)

Sementara orang keturunan Eropa lebih memilih makan kentang atau roti sebagai sumber karbohidrat. Pertanyaannya adalah apakah mulai sulit menemukan kedai atau restoran yg menjual nasi sebagai makanan sumber karbohidrat?

Ternyata tak sulit sama sekali. Memang, Anda mulai jarang menemukan restoran Indonesia kecuali di kota besar, misalnya kalau di Pulau Utara adalah Auckland dan Wellington. Namun, Anda dengan gampang menemukan kedai makanan Jepang, Korea, dan Thailand.  

Bahkan, restoran Thailand sangat gampang ditemukan di berbagai kota di Pulau Utara. Saat aku mengelilingi kota Rotorua dan Taupo awal minggu ini, aku menemukan dua kedai restoran Thailand dengan mudah.

Makanan Asia lainnya yg kerap aku temukan adalah kedai yg menjual makanan China dan Korea. Restoran India dan kedai yg menjual makanan khas Timur Tengah juga gampang ditemukan di berbagai kota tersebut.

Namun, hal yg paling menonjol adalah sushi bar. Anda mulai menemukan sushi bar di mana-mana, bahkan ketika Anda kali pertama menginjakkan kaki di Pulau Utara, Selandia Baru, merupakan Bandara Auckland.

Sushi bar ini menyajikan aneka paket sushi atau sashimi dalam kemasan. Modelnya seperti kedai take away. Di Auckland sendiri, ada begitu banyak restoran Jepang. Mulai dari model kedai kecil pinggir jalan (sushi bar) hingga restoran elit.

Tak cuma di Auckland, di Rotorua dan Taupo, pun sangat gampang menemukan kedai yg menjual makanan Jepang. Perlu waktu 4 jam perjalanan darat dari Bandara Auckland menuju Rotorua dan Taupo.

KOMPAS.com/NI LUH MADE PERTIWI F Kedai yg menjual makanan Jepang di Auckland, Selandia Baru, Sabtu (17/12/2016).

Ada dua kota kecil yg dilewati sepanjang perjalanan tersebut. Dan, dapat dipastikan Anda mulai kembali menemukan kedai-kedai yg menjual makanan Jepang.

“Ini karena kedatangan orang Jepang dan Korea di tahun 1960-an. Para pendatang ini kemudian mengenalkan makanan mereka di Selandia Baru. Jadi banyak muncul kedai yg menjual makanan Jepang,” kata Elle dari The Big Food Tour, sebuah operator tur makanan, kepada KompasTravel, Sabtu (17/12/2016).

Tur yg dikelola Elle selama 13 tahun di Auckland tersebut setiap hari mengajak wisatawan mengenal lebih dekat Selandia Baru, terutama Auckland, dari sisi makanan.

Namun, untuk saya, lebih banyak kedai yg menjual makanan Jepang seperti sushi bar dibanding kedai makanan Korea.

Menurut Elle, orang Korea pun pada akhirnya akan berjualan sushi seperti orang Jepang. Sushi dan sahimi, lanjutnya, begitu digemari orang-orang di Selandia Baru.

Hal ini mungkin karena seafood adalah salah sesuatu makanan penting buat orang Selandia Baru. Mereka terus makan seafood segar setiap saat. Jika Anda masuk ke restoran mana pun, pasti ada hidangan seafood, akan dari ikan sampai tiram.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *