Jelajah Wisata Liar Tasikmalaya Lewat Motor Trail Adventure

Jelajah Wisata Liar Tasikmalaya Lewat Motor Trail Adventure

TASIKMALAYA, KOMPAS.com – Wilayah Tasikmalaya, Jawa Barat, sejak lalu dikenal dengan daerah seribu bukit dan area pegunungan terjal serta menantang untuk para pecinta wisata liar lewat otomotif.

Meski keadaan ketika ini bukit dan gunung habis oleh penambangan galian C ilegal dengan dalih perluasan lahan perkotaan, di wilayah Kota dan Kabupaten Tasikmalaya masih menyimpan dua area perbukitan dan pegunungan yg masih tidak terganggu.

Salah sesuatu langkah kepedulian menjaga kelestarian lingkungan alam dikerjakan oleh para pecinta otomotif motor trail.

Beberapa wilayah perbukitan dan pegunungan dipakai sarana jalur petualangan para pecinta salah sesuatu olahraga ekstrem tersebut.

Salah sesuatu wilayah perbukitan yg dijadikan trek jalur wisata ektsrem tersebut adalah Bukit Urug Kawalu, Cilendek, Sarebu, Tandala, Kebon Karet, Cidarengdeng, sampai Babakan Waru Salopa.

Diharapkan dengan pemanfaatan jalur otomatif trail di Tasikmalaya ini mulai dapat melestarikan alam dan mencegah eksploitasi pegunungan oleh pihak yg tidak bertanggung jawab.

Polres Tasikmalaya Kota pun menggelar event sehari penuh Trail Adventure dengan peserta para pecinta otomotif semua daerah di Jawa Barat. Diikuti hampir 1.000 peserta motor trail yg menjelajah keindahan lama pegunungan dan perbukitan Tasikmalaya pada Minggu (8/1/2017).

Event trail ini diselenggarakan buat mengenalkan alam lingkungan Tasik, dan sekaligus wisata alam melalui pecinta otomotif motor trail,” jelas Kepala Polres Tasikmalaya Kota AKBP Arif Fajarudin.

Dengan menjamurnya komunitas pecinta trail adventure ini diharapkan ikut mendongkrak potensi wisata alam liar di kawasan Tasikmalaya. Sekaligus acara ini mulai bisa menjadi wadah yg positif buat para pecinta oromotif di Jawa Barat.

“Kegiatan ini juga ke depannya mulai bisa meningkatkan potensi wisata alam,” katanya.

Wisata Edukasi Alam

Beberapa peserta dalam motor trail adventure ini terdapat raider anak-anak dan perempuan. Mereka secara antusias mengikuti jelajah alam dengan motor bersama sebagian besar pesertanya adalah laki-laki dewasa.

Diharapkan melalui acara ini penerus muda pecinta otomotif ini mulai terdorong mencintai kelestarian alam.

“Kalau tak ada bukit dan gunungnya, nanti aku trailnya di mana?” ungkap Dede (12), salah sesuatu peserta raider cilik di sela-sela acara.

Dede mengaku mencintai motor trail adventure melihat dari ayahnya yg sama suka olahraga tersebut. Hampir setiap acara motor trail terus ikut bersama ayahnya menggunakan motor KTM 100 cc. “Mudah-mudahan bukit dan gunungnya tetap ada sampai aku dewasa nanti,” pungkas dia.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *