HIPMI Dorong Banda Sebagai Destinasi Wisata Dunia

HIPMI Dorong Banda Sebagai Destinasi Wisata Dunia

AMBON, KOMPAS.com – Badan Pengurus Daerah (BPD) Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) daerah Maluku berkomitmen buat mendorong Banda sebagai destinasi wisata dunia. Komitmen itu kemudian diimplementasi melalui kegiatan festival pariwisata bertajuk Wonderful and Amazing Banda yg diselenggarakan pada 15 hingga 17 Desember 2016 di Banda Neira.

Tidak tanggung-tanggung, HIPMI Maluku juga menyewa kapal laut berkapasitas 300 penumpang dari Ambon ke Banda buat memobilisasi mereka yg ingin ke Banda.

“Kami ingin membangun citra Banda sebagai destinasi wisata yg kredibel dan menjadikannya sebagai destinasi wisata dunia,” kata Ketua Panitia Wonderful and Amazing Banda, M Azis Tunny di Banda Neira, Minggu (18/12/2016).

Menurutnya, potensi pariwisata di Banda sangat komplet. Di Banda terdapat banyak bangunan bersejarah dan tercatat sebagai world heritage (warisan dunia) oleh UNESCO seperti Benteng Belgica, Benteng Nassau, Benteng Hollandia, Istana Mini (tempat tinggal Gubernur VOC) yg yaitu istana pertama di Indonesia.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Pengunjung Benteng Belgica di Banda Neira, Maluku.

Selain itu di Banda Neira terdapat pula Gereja Tua Hollandische Kerk yg disebut-sebut sebagai gereja tertua di Asia Tenggara, rumah pengasingan tokoh proklamator Mohammad Hatta, rumah pengasingan Sutan Sjahrir, rumah pengasingan Dr Cipto Mangunkusumo, Perigi Rantai dan masih banyak tempat bernilai sejarah lainnya.

“Selain wisata sejarah, Banda juga kaya dengan budaya dan memiliki keindahan alam yg luar biasa. Pesona bawah laut Banda menjadi surga buat mereka yg menggilai aktivitas menyelam. Terdapat lebih dari 22 lokasi menyelam di Banda yg berkelas dunia,” ungkap Azis.

Ia memaparkan, kebudayaan Banda memiliki daya tarik tersendiri. Kehidupan yg sudah berbaur sejak ratusan tahun dahulu dari berbagai daerah di nusantara, termasuk dari China, Arab dan Eropa, menjadikan Banda sangat majemuk dan kaya mulai tradisi budaya.

“Karena itu tak salah apabila Banda menjadi salah sesuatu destinasi pariwisata di Indonesia, bahkan dunia. Kami ingin festival pariwisata di Banda juga menjadi Top Event Pariwisata di Indonesia seperti Festival Singkawang, Festival Lembah Baliem, Batam Six Bridges atau Tour de Singkarak,” kata Aziz.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Wisatawan mancanegara menikmati liburan di Banda Neira, Maluku, Selasa (7/4/2015).

Ketua BPD HIPMI Maluku Boy R Sangadji menambahkan, Wonderful and Amazing Banda adalah komitmen HIPMI buat bersinergi dengan pemerintah dalam mempromosikan pariwisata di Banda.

“Kami ingin memperkenalkan secara luas kekayaan budaya dan sejarah di Banda, termasuk keindahan panorama alamnya. Semoga festival Banda ini menjadi kalender wisata di Maluku maupun di Indonesia,” harapnya.

Sangadji memaparkan, dari sudut bisnis pariwisata, pihaknya hendak memberikan hasil segera berupa peningkatan kunjungan wisatawan ke Banda.

“Pemberitaan melalui media massa maupun media sosial juga mampu memberikan dampak positif dalam mempromosikan Banda sebagai destinasi wisata dunia,” kata Sangadji.

Sementara itu, Gubernur Maluku Said Assagaff yg juga ikut menghadiri acara tersebut menyatakan dukungan penuh kepada HIPMI karena turut menolong pemerintah dalam mempromosikan pariwisata Maluku, khususnya Banda.

KOMPAS.COM/I MADE ASDHIANA Istana Mini di Banda Neira, Maluku.

“Atas nama pemerintah, aku sampaikan ucapan terima kasih karena HIPMI telah mengambil peran dalam menolong pemerintah mempromosikan pariwisata Banda melalui kegiatan Wonderful and Amazing Banda,” kata Said.

Sejumlah rangkaian dalam Wonderful and Amazing Banda di antaranya manggorebo belang (lomba balap dayung perahu belang), atraksi budaya Lonthoir, lomba fotografi underwater, lomba fotografi landscape, jazz perform di Benteng Belgica, lomba balap dayung perahu kole-kole, dan lomba berenang dari pulau Gunung Api ke Pulau Neira.

Untuk juara pertama manggorebo belang diraih oleh Belang Pulay Ay dan berhak mendapat trofi serta hadiah bonus dari Ketum BPP HIPMI Bahlil Lahadalia senilai Rp 20 juta. Juara kedua diraih Belang Desa Lonthoir dan juara ketiga diraih Belang Negri dari Desa Nusantara. 

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *