Garuda Indonesia Pertimbangkan Penerbangan Rute Saumlaki – Darwin

Garuda Indonesia Pertimbangkan Penerbangan Rute Saumlaki – Darwin

SAUMLAKI, KOMPAS.com – Garuda Indonesia masih mempertimbangkan rencana penerbangan segera rute Saumlaki (Maluku) menuju Darwin (Australia). Hal itu disampaikan oleh Vice President Corporate Communication Garuda Indonesia, Benny S Butarbutar.

“Masih dalam pertimbangan serius mengingat potensinya yg cukup besar serta harus melihat pasar yg ada,” kata Benny ketika dikonfirmasi KompasTravel, Sabtu (10/12/2016) lalu.

Ia menyebutkan Saumlaki memiliki potensi pariwisata di bidang maritim serta minyak dan gas bumi. Benny juga menyebutkan bahwa Garuda Indonesia mulai melihat kapasitas dan kualitas infrastruktur bandara di Saumlaki.
 
“Sehingga dapat menyesuaikan dengan keadaan yg diperlukan. Untuk sementara dengan keadaan yg ada telah cukup memadai, namun seandainya ingin potensi ekonomi dan pariwisata ditingkatkan lebih besar, maka pengembangan kapasitas dan fasilitas bandara perlu disesuaikan juga,” jelasnya.
 
Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Piet Rangkoratat menyebutkan penerbangan segera Garuda Indonesia rute Saumlaki – Darwin mulai beroperasi pada Oktober 2017. Piet menyampaikan sudah membahas hal ini dengan Kementerian Perhubungan.

 

“Ada pertimbangan Darwin – Kupang – Sumlaki. Tapi kalian bilang bagusnya segera ke Saumlaki. Karena dari Saumlaki ke Darwin hanya 40-45 menit,” jelas Piet ketika ditemui KompasTravel di Kantor Kabupaten Maluku Tenggara Barat, Jumat (9/12/2016) lalu.

 

KOMPAS.com / WAHYU ADITYO PRODJO Pesawat Garuda Indonesia tipe ATR72-600 mendarat di Bandara Mathilda Batlayeri, Saumlaki, Maluku Tenggara Barat, Kamis (8/12/2016). Bandara Mathilda Batlayeri memiliki panjang landasan pacu sekitar 1.641 meter dan lebar 30 meter.

Asisten Deputi Pengembangan Pasar Asia Pasifik Kementerian Pariwisata Vinsensius Jemadu menyampaikan pengkajian oleh Garuda Indonesia terkait rute Saumlaki – Darwin bersifat permintaan dan penawaran bisnis. Sementara buat izin penerbangan, menurut Vinsensius, tidak ada masalah.

“Pertimbangan (rute Saumlaki – Darwin) karena semakin banyak wisatawan Australia yg menanyakan destinasi di luar Bali khususnya di Indonesia bagian timur,” sebut Vinsesius ketika dikonfirmasi KompasTravel, Sabtu lalu.

Bandara di Saumlaki bernama Mathilda Batlayeri. Kini, bandara tersebut memiliki panjang landasan pacu sekitar 1.641 meter dan lebar 30 meter.

Saumlaki adalah ibukota Kabupaten Maluku Tenggara Barat. Saumlaki dapat dijangkau dari Kota Ambon dengan lama penerbangan sekitar 1 jam 40 menit.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *