Es Durian Erlangga “Diserbu” Saat Jam Makan Siang

Es Durian Erlangga “Diserbu” Saat Jam Makan Siang

SEMARANG, KOMPAS.com – Selain Simpang Lima, Semarang juga mempunyai banyak tempat yg dijuluki sebagai pusat kuliner. Antara yang lain Kompleks Pecinan dan Taman Menteri Supeno yg biasa disebut Taman KB.

Kawasan-kawasan tersebut dianggap sebagai pusat kuliner karena menyajikan beragam macam makanan dengan gaya kaki lima atau street food.

Selain keduanya, ternyata ada tempat yang lain yg juga dikenal sebagai pusat kuliner. Meski terbilang lebih kecil dibandingkan ketiganya, area kaki lima di Jalan Erlangga Barat ini juga menyajikan bermacam makanan dan minuman.

Terletak di lapangan kecil berbentuk segitiga, kawasan ini tidak jarang disebut sebagai Segitiga Erlangga. Lokasinya gampang diakses karena berada berdekatan dengan Simpang Lima dan Undip Pleburan. Tepatnya berada di salah sesuatu jalan kecil dari arah Simpang Lima.

(BACA: Sudah Gajian? Traktir Pacar Es Durian Royale)

Bangku dan meja diletakkan di bawah payungan pohon besar yg rindang. Gerobak-gerobak terpakir di pinggiran lapangan kecil. Satu yg menjadi ciri khas jajanan di Segitiga Erlangga adalah Es Durian.

Minuman segar berbahan dasar durian ini menjadi ciri karena tak cuma sesuatu pedagang yg menyajikan menu macam ini. Dari kejauhan, kelihatan banyak buah durian yg menggantung di pinggiran gerobak.

(BACA: Anda Pecinta Durian? Nih Jus Durian dan Durian Goreng)

“Di sini paling ramai kalau jam makan siang. Biasanya penuh bahkan sampai antre juga,” ujar Iwan, salah sesuatu penjual es durian.

Es durian menjadi favorit di area ini, meskipun banyak yg menjual, gerobak-gerobak es durian tak pernah sepi pengunjung. Iwan yaitu pegawai dari Safwan yg telah 20 tahun berjualan es durian.

Iwan menambahkan, durian-durian yg digunakan adalah macam durian lokal dari segala Indonesia. Keberadaan buah durian yg musiman, diatasi dengan cara menggilir macam durian dari berbagai daerah di Indonesia.

“Kita gak patokan mesti durian ini durian itu, karena kan musiman. Jadi kalau misal sekarang lagi musim (durian) medan, ya kami pakai. Habis itu yg musim durian di Gunungpati misalnya, ya kami pakai juga. Jadi muter selalu pakai yg sedang musim,” jelasnya.

Tidak berbeda dengan es campur durian di kawasan tersebut, es campur durian olahan Iwan berisikan kolang-kaling, kelapa, tape, cincau dan duah buah daging durian.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *