Di Bali, Ada Pohon Beringin Berusia Lebih Dari 500 Tahun

Di Bali, Ada Pohon Beringin Berusia Lebih Dari 500 Tahun

TABANAN, KOMPAS.com – Keindahan wisata di Bali tidak terus soal pantai. Bali juga memiliki wisata flora menarik di daerah Tabanan.

Salah sesuatu wisata flora menarik adalah pohon beringin yg berusia ratusan tahun di Desa Baru, Kecamatan Marga, Kabupaten Tabanan, Bali.

KompasTravel bersama media trip Fame Hotel berkesempatan bagi melihat dari dekat pohon langka tersebut.

Pohon bernama ilmiah Ficus benjamina itu tampak kokoh dengan batang yg cukup besar. Tinggi pohon mencapai 30 meter dengan diameter kurang lebih enam meter. Akar pohon itu juga cukup panjang dengan menjalar hingga 10 meter.

(BACA: Laklak Pisang, ‘Crepe’ Asli Tabanan yg Terancam Punah)

Pemandu wisata yg juga warga asli setempat, Demon, menyampaikan pohon yg berusia lebih dari 500 tahun telah dijaga dengan baik oleh warga sejak dulu.

Tak ada warga yg berani merusak atau pun memotong pohon beringin tersebut.

“Kami menjaga pohon di sini cukup mudah. Dengan bikin pura saja telah enggak ada yg berani merusak,” kata Demon kepada KompasTravel di Bali, Sabtu (17/12/2016).

Pura yg dimaksud Demon berada tepat di samping pohon. Pura tersebut bernama Pura Babakan. Penamaan Pura Babakan juga tidak terlepas dari pohon beringin tersebut.

Babakan sendiri berasal dari batang pohon beringin tua yg telah dibabak atau disayat.

Masyarakat setempat yakin bahwa kulit batang pohon yg disebut masyarakat dengan kayu putih itu memiliki khasiat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.

Kulit batang pohon itu disayat kemudian dihaluskan. Setelah itu diusapkan ke bagian tubuh yg sakit. “Bisa sembuhkan luka jatuh, kepala pusing, pegal-pegal,” kata Demon.

Masyarakat setempat juga mempunyai tradisi sendiri bagi menjaga pohon tersebut. Salah sesuatu tradisinya adalah dengan melakukan upacara yg dikerjakan 210 hari sekali dengan memberikan sesaji.

“Tujuannya bagi menjaga dan ucapan terima kasih kepada Tuhan karena sudah menumbuhkan pohon di bumi,” kata Demon.

Kendati demikian, pohon ini belum dikenal luas oleh wisatawan lokal. Biasanya wisatawan yg tiba berasal dari mancanegara, salah satunya dari Jerman.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *