Arboretum Sumber Brantas Cocok Jadi Destinasi Wisata

Arboretum Sumber Brantas Cocok Jadi Destinasi Wisata

MALANG, KOMPAS.com – Kawasan konservasi tanaman langka atau Arboretum Sumber Brantas di Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur cocok bagi menjadi tempat wisata.

Letak kawasan yg berada di lereng bukit timur Gunung Anjasmoro dengan ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut itu memiliki pemandangan dan udara yg sejuk dengan rata-rata suhu 10 sampai 20 derajat Celsius.

Melihat potensi itu, Perusahaan Umum Jasa Tirta I sebagai pengelola kawasan seluas kurang lebih 12 hektar itu berencana mulai memanfaatkannya sebagai obyek wisata. “Kalau kami tata ke depan ke arah sana,” kata Sekretaris Perusahaan Umum Jasa Tirta I Zainal Alim ketika mendampingi para menteri yg berkunjung ke lokasi itu, Jumat (6/1/2017).

(BACA: Skybike, Wahana Rekreasi Baru di Kota Malang)

Rencananya, kawasan dengan 3.200 pohon langka yg terdiri dari berbagai macam itu mulai dikonsep sebagai lokasi wisata edukasi. Harapannya, kawasan itu mampu menggugah kepedulian masyarakat terhadap lingkungan. Terutama terhadap kawasan konservasi serapan air.

Master plan pertama bagaimana mengedukasi masyarakat cinta terhadap lingkungan. Yang kami kejar adalah kesadaran masyarakat,” kata Zainal Alim.

Selain mulai mendapati pepohonan yg rindang, pengunjung juga mulai dihadapkan dengan sumber air yg menjadi titik nol Sungai Brantas. Sumber itu berada di tengah-tengah lahan konservasi dengan debit air sebanyak 2,5 liter perdetik. Airnya jernih dan mampu segera diminum.

KOMPAS.com/ANDI HARTIK Menteri Komunikasi dan Informatika Rudiantara ketika berfoto dengan latar salah sesuatu lorong yg ada di Arboretum Sumber Brantas, Kecamatan Bumiaji, Kota Batu, Jawa Timur, Jumat (6/1/2016). Arboretum Sumber Brantas cocok menjadi destinasi wisata.

Sejauh ini, telah banyak masyarakat yg mendatangi kawasan itu. Tujuan mereka bermacam-macam.

Ada yg melakukan penelitian terhadap berbagai macam tanaman di sana, ada yg cuma sekadar mencari kesejukan dan ada pula yg memakai kawasan itu sebagai lokasi foto pre-wedding.

“Masyarakat telah banyak ke sini. Terutama bagi melakukan penelitian,” jelasnya.

Hanya saja, bagi menjadikan kawasan itu sebagai lokasi wisata edukasi, dibutuhkan konsep yg matang dan terarah. Sebab seandainya tidak, tanaman langka yg menghuni kawasan itu dapat rusak.

Sumber: http://travel.kompas.com

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *