3 Jun 2012

Sang Kupu-Kupu


Jika persahabatan diibaratkan kepompong, maka sahabatku ini telah menjadi kupu-kupu yang indah. Sangat indah malah. Kepak sayapnya yang warna warni telah menghiasi hidupku hingga menjadi seindah pelangi. Setiap hari, sang kupu-kupu terus menemaniku, meringankan berat hari-hariku, menghibur sepi hatiku juga memberikan gairah pada jiwaku yang terasa hampa sejak ditinggal almarhumah.
Ibarat kepompong, butuh waktu untuk menjadi kupu-kupu yung indah. Dimana dalam masa-masa itu terkadang terjadi sesuatu yang tidak diinginkan, datang dan tak bisa dihindari. Begitupun kami, dua pribadi yang berbeda, terkadang membawa kami pada satu keadaan dimana kami harus mengerti dan memahami.
Siapakah sang kupu-kupu yang aku maksudkan? Penasaran? Baca kisah lengkapnya di antologi keenamku, Indahnya Persahabatan yang terbit beberapa waktu yang lalu. Antologi ini terbilang istimewa karena untuk pertama kalinya naskahku berada satu buku dengan tulisan Bunda Lily dan juga Bunda Yati. Untuk informasi lengkap dan pemesanan, silahkan kunjungi blog Kang Kadir atau hubungi di nomor 085 220 910 532.

31 Mei 2012

Mendung Belum Tentu Hujan


Jika beberapa waktu yang lalu aku mendapatkan kesadaran dari sesuap nasi yang tak jadi dimakan, juga ikan yang terlepas dari genggaman, maka kali ini aku kembali mendapat kesadaran serupa dari kejadian berbeda. 

Adalah Fulan yang membuang seluruh air dalam penampungan miliknya demi  melihat mendung gelap menggantung. Tak ada masalah dengan air yang ia buang, tidak kotor dan tidak pula berbau. Ia hanya ingin menggantinya dengan yang baru.

Satu dua jam berlalu, mendung tak juga berubah jadi hujan. Bahkan hingga sore hari, ketika istri dan anaknya perlu mandi, sang mendung malah berlalu pergi. Tak ada hujan, tak ada juga air dalam penampungan. Terpaksalah Fulan membeli air dari pedagang dorongan.

Optimis dalam berikhtiar memang perlu, bahkan penting. Tapi jangan sampai membuat kita lupa pada satu yang justru sangat menentukan berhasil tidaknya ikhtiar yang diupayakan. Adalah Allah yang Maha Menentukan, Maha Mengijinkan, apakah usaha yang dilakukan berbuah keberhasilan ataukah sebaliknya, kegagalan.